skema power gainclone LM 3876

Harga murah, mudah membuatnya, kualitas jauh diatas harganya. Itulah daya tarik amplifier Gainclone. Seperti apakah persisnya kualitas dari gainclone ini? Buatlah versi Gainclone yang paling sederhana, maka amplifier seharga 3 juta seperti NAD, Rotel dan sekelasnya tidak akan mampu mengimbanginya. Versi Mana Yang Akan Kita Buat? Sampai saat ini, versi gainclone yang dianggap paling bagus adalah buatan Mauro Penasa yang disebutnya My Refference (Gambar 1). Gambar berikutnya adalah versi Gainclone yang paling basic (Gambar 2). Rahasia dari bagusnya kualitas Gainclone dan amplifier pada umumnya tidak hanya terletak pada versi atau jenis rangkaiannya. Disini kita akan membuat Gainclone yang tidak sekedar asal Gainclone! Kita juga tidak akan membuat Gainclone menggunakan buffer berupa penguat tabung berharga jutaan rupiah. Kata nenek saya, kalau ingin menghamburkan uang, kenapa tidak membuat amplifier lain saja yang lebih baik kualitasnya dari gainclone? Sungguh bijaksana nenek saya.


da beberapa rahasia dari skema diatas. Sebagiannya tersimpan rapat di penjara Azkaban, sebagiannya lagi dijelaskan sebagai berikut: Mengapa 3875, bukan 3876, 3886 atau 1875? Pada dasarnya 3886 mempunyai dinamika dan kualitas bass yang paling baik dari keempatnya, tetapi kualitas vocal dan kebeningan suaranya paling buruk. Tidak banyak yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki kualitas vocal dan kebeningan dari 3886 ini. Pada dasarnya 1875 adalah yang paling bagus vocal dan kebeningan suaranya diantara keempatnya. Tetapi dayanya juga yang paling rendah. Eit, 30 watt mungkin tidak bisa disebut rendah, terutama bila speaker kita sangat sensitive, tetapi dari pengalaman saya, selalu ada perasaan kurang daya padahal saya biasa menggunakan amplifier yang lebih kecil dayanya. Namun menurut saya secara keseluruhan 1875 bukanlah ic sekaliber kakak-kakaknya. 3875 dan 3876 pada prinsipnya adalah ic yang sama, hanya saja 3876 ditambah fasilitas mute. Karena fungsi mute tidak ada hubungannya dengan kualitas suara, dari logika saja sudah jelas, rangkaian yang lebih kompleks hanya akan mengurangi kualitas suaranya. Setidaknya akan mempersulit pembuatan dan menambah biaya komponen. 3875 suaranya bening, vokalnya manis (terutama bila diberi FET didepannya). Untuk kualitas bass, kita serahkan urusannya pada power supply. Mengapa non-inverted (NIGC), bukan inverted (IGC)? Pertama, saya tidak suka amplifier yang membalik fasa. Kedua, saya percaya non-inverted lebih baik dari inverted, terutama bila tanpa buffer. Pada dasarnya NIGC mempunyai dinamika dan control bass yang lebih baik dari IGC. Sedangkan IGC mempunyai kualitas vocal yang manis, namun aspek lainnya menurut saya sangat berantakan. Apalagi bila control bass yang buruk harus diuji menghadapi musik yang bassnya sangat cepat dan dinamis, bisa membuat telinga lelah. Salah satu penyebab buruknya control bass IGC ditengarai karena impedansi masukan yang kelewat rendah. Karenanya IGC harus disertai dengan buffer. Mengapa Gain Rendah? Semakin besar gain semakin besar distorsinya. Tetapi semakin besar gain, semakin besar dayanya, semakin detil dan semakin bagus control bassnya sehingga bisa mendrive speaker dengan lebih baik. Disini kita memilih gain sekitar 18 sampai 20 kali. Lebih kecil dari itu, bisa terjadi ketidakstabilan/osilasi. Mengapa Menggunakan FET Buffer? Amplifier dengan input FET biasanya bersuara manis. Tapi yang paling penting, buffer FET ini hanya butuh beberapa komponen saja. Mendongkrak kualitas dengan biaya rendah, itulah tujuannya. Bagaimana Kualitas Suaranya? Ini dia yang paling penting, bagaimana kualitas suaranya? Saya tau ini adalah bagian yang paling dinanti-nantikan pembaca, karenanya dengan senang hati saya jelaskan bahwa amplifier ini bersuara bagus sekali. Bass, treble, vocal, semuanya terdengar detil dan natural. Yang paling menarik adalah kualitas bass yang menyerupai mosfet amplifier.

1 komentar:

  1. nice inpo. pengen coba, nih?
    tapi, ada jual kitnya, ga pak?

    BalasHapus