Integrated Circuit (IC) sebenarnya adalah suatu rangkaian elektronik yang dikemas menjadi satu kemasan yang kecil.Beberapa rangkaian yang besar dapat diintegrasikan menjadi satu dan dikemas dalam kemasan yang kecil. Suatu IC yangkecil dapat memuat ratusan bahkan ribuan komponen.
Bentuk IC bisa bermacam -macam, ada yang berkaki 3 misalnya LM7805, ada yang seperti transistor dengan kaki banyak misalnya LM741.Bentuk IC ada juga yang menyerupai sisir (single in line), bentuk lain adalah segi empat dengan kaki- kaki berada pada ke empat sisinya, akan tetapi kebanyakan IC berbentuk dual in line (DIL).
IC yang berbentuk bulat dan dual in line, kaki- kakinya diberi bernomor urut dengan urutan sesuai arah jarum jam, kaki nomor SATU diberikan bertanda titik atau takikan.Setiap IC ditandai dengan nomor type, nomor ini biasanya menunjukkan jenis IC, jadi bila nomornya sama maka IC tersebut sama fungsinya. Kode lain menunjukkan pabrik pembuatnya, misalnya operational amplifier type 741 dapat muncul dengan tanda uA 741, LM 741, MC 741, RM 741 SN72 741 dan sebagainya.
Suatu kelompok IC disebut IC linear, antara lain IC regulator, Operational Amplfier, audio amplifier dan sebagainya.Sedangkan kelompok IC lain disebut IC digital misalnya NAND, NOR, OR, AND EXOR, BCD to seven segment decoder dan sebagainya.Jenis IC yang sekarang berkembang dan banyak digunakan adalah Transistor -Transistor Logic (TTL) dan Complimentary Metal Oxide Semiconductor (CMOS).Jenis CMOS banyak terdapat di pasaran ialah keluarga 4000, misalnya 4049, 4050 dan sebagainya. Jenis TTL ditandai dengan nomor awal 54 atau 74. Prefix 54 menandakan persyaratan militer ialah mampu bekerja dari suhu 54 sampai 125C. Sedangkan prefix 74 menandakan persyaratan komersial ialah mampu bekerja pada suhu 0 sampai 70C.Penomoran TTL dilakukan dengan 2, 3 atau 4 digit angka mengikuti prefix nya, misalnya 7400, 74192 dan sebagainya. Huruf yang berada diantara prefix dan suffix menandakan subfamily nya. Misalnya AS (Advance Schottkey), ALS (Advance Low Power Schottkey), H (High Speed), L (Low Speed), LS (Low Power Schottkey) dan S (Schottkey).Apabila dibandingkan rangkaian dengan menggunakan transistor dengan rangkaian menggunakan IC, cenderung penggunaan IC lebih praktis dan biayanya relatif ebih ringan.
Pada saat ini sudah berkembang banyak sekali jenis IC, jenisnya sampai ratusan sehingga tidak mungkin dibicarakan secara umum. Untuk menggunakan IC kita harus mempunyai vademicum IC yang diterbitkan oleh pabrik -pabrik pembuatnya. Setiap jenis IC mempunyai penjelasan sendiri -sendiri mengenai sifatnya dan cara penggunaannya.Apabila kita membuka lembaran vademicum IC, kita akan melihat berbagai symbol IC logic. Arti symbol -symbol ini akan kita pelajari bila sudah mulai eksperimen dengan IC digital.Dengan mempelajari rangkaian suatu IC, yang terdiri atas begitu banyak komponen, maka dapat kita bayangkan bahwa piranti tersebut praktis tidak mungkin lagi dirangkai dengan menggunakan tabung- tabung elektron.Kalau perlu mendesain sinyal level meter, histeresis pengatur suhu, osilator, pembangkit sinyal, penguat audio, penguat mic, filter aktif semisal tapis nada bass, mixer, konverter sinyal, integrator, differensiator, komparator dan sederet aplikasi lainnya, selalu pilihan yang mudah adalah dengan membolak-balik data komponen yang bernama op-amp. Komponen elektronika analog dalam kemasan IC (integrated circuits) ini memang adalah komponen serbaguna dan dipakai pada banyak aplikasi hingga sekarang. Hanya dengan menambah beberapa resitor dan potensiometer, dalam sekejap (atau dua kejap) sebuah pre-amp audio kelas B sudah dapat jadi dirangkai di atas sebuah proto-board.
A. Penguat diferensial
Op-amp dinamakan juga dengan penguat diferensial (differential amplifier). Sesuai dengan istilah ini, op-amp adalah komponen IC yang memiliki 2 input tegangan dan 1 output tegangan, dimana tegangan output-nya adalah proporsional terhadap perbedaan tegangan antara kedua inputnya itu. Penguat diferensial seperti yang ditunjukkan pada merupakan rangkaian dasar dari sebuah op-amp.
Pada rangkaian yang demikian, persamaan pada titik Vout adalah Vout = A(v1-v2) dengan A adalah nilai penguatan dari penguat diferensial ini. Titik input v1 dikatakan sebagai input non-iverting, sebab tegangan vout satu phase dengan v1. Sedangkan sebaliknya titik v2 dikatakan input inverting sebab berlawanan phasa dengan tengangan vout.
B. Diagram Op-amp
Op-amp di dalamnya terdiri dari beberapa bagian, yang pertama adalah penguat diferensial, lalu ada tahap penguatan (gain), selanjutnya ada rangkaian penggeser level (level shifter) dan kemudian penguat akhir yang biasanya dibuat dengan penguat push-pull kelas B. Gambar-2(a) berikut menunjukkan diagram dari op-amp yang terdiri dari beberapa bagian tersebut.Simbol op-amp adalah seperti pada gambar-2(b) dengan 2 input, non-inverting (+) dan input inverting (-). Umumnya op-amp bekerja dengan dual supply (+Vcc dan –Vee) namun banyak juga op-amp dibuat dengan single supply (Vcc – ground). Simbol rangkaian di dalam op-amp pada gambar-2(b) adalah parameter umum dari sebuah op-amp. Rin adalah resitansi input yang nilai idealnya infinit (tak terhingga). Rout adalah resistansi output dan besar resistansi idealnya 0 (nol). Sedangkan AOL adalah nilai penguatan open loop dan nilai idealnya tak terhingga.
Saat ini banyak terdapat tipe-tipe op-amp dengan karakterisktik yang spesifik. Op-amp standard type 741 dalam kemasan IC DIP 8 pin sudah dibuat sejak tahun 1960-an. Untuk tipe yang sama, tiap pabrikan mengeluarkan seri IC dengan insial atau nama yang berbeda. Misalnya dikenal MC1741 dari motorola, LM741 buatan National Semiconductor, SN741 dari Texas Instrument dan lain sebagainya. Tergantung dari teknologi pembuatan dan desain IC-nya, karakteristik satu op-amp dapat berbeda dengan op-amp lain. Tabel-1 menunjukkan beberapa parameter op-amp yang penting beserta nilai idealnya dan juga contoh real dari parameter LM714.
C. Penguatan Open-loop
Op-amp idealnya memiliki penguatan open-loop (AOL) yang tak terhingga. Namun pada prakteknya op-amp semisal LM741 memiliki penguatan yang terhingga kira-kira 100.000 kali. Sebenarnya dengan penguatan yang sebesar ini, sistem penguatan op-amp menjadi tidak stabil. Input diferensial yang amat kecil saja sudah dapat membuat outputnya menjadi saturasi. Pada bab berikutnya akan dibahas bagaimana umpan balik bisa membuat sistem penguatan op-amp menjadi stabil.
D. Unity-gain frequency
Op-amp ideal mestinya bisa bekerja pada frekuensi berapa saja mulai dari sinyal dc sampai frekuensi giga Herzt.
Parameter unity-gain frequency menjadi penting jika op-amp digunakan untuk aplikasi dengan frekuensi tertentu. Parameter AOL biasanya adalah penguatan op-amp pada sinyal DC. Response penguatan op-amp menurun seiring dengan menaiknya frekuenci sinyal input. Op-amp LM741 misalnya memiliki unity-gain frequency sebesar 1 MHz. Ini berarti penguatan op-amp akan menjadi 1 kali pada frekuensi 1 MHz. Jika perlu merancang aplikasi pada frekeunsi tinggi, maka pilihlah op-amp yang memilikiunity-gain frequency lebih tinggi.
E. Slew rate
Di dalam op-amp kadang ditambahkan beberapa kapasitor untuk kompensasi dan mereduksi noise. Namun kapasitor ini menimbulkan kerugian yang menyebabkan response op-amp terhadap sinyal input menjadi lambat. Op-amp ideal memiliki parameter slew-rate yang tak terhingga. Sehingga jika input berupa sinyal kotak, maka outputnya juga kotak. Tetapi karena ketidak idealan op-amp, maka sinyal output dapat berbentuk ekponensial. Sebagai contoh praktis, op-amp LM741 memiliki slew-rate sebesar 0.5V/us. Ini berarti perubahan output op-amp LM741 tidak bisa lebih cepat dari 0.5 volt dalam waktu 1 us.
F. Parameter CMRR
Ada satu parameter yang dinamakan CMRR (Commom Mode Rejection Ratio). Parameter ini cukup penting untuk menunjukkan kinerja op-amp tersebut. Op-amp dasarnya adalah penguat diferensial dan mestinya tegangan input yang dikuatkan hanyalah selisih tegangan antara input v1 (non-inverting) dengan input v2 (inverting). Karena ketidak-idealan op-amp, maka tegangan persamaan dari kedua input ini ikut juga dikuatkan. Parameter CMRR diartikan sebagai kemampuan op-amp untuk menekanpenguatan tegangan ini (common mode) sekecil-kecilnya. CMRR didefenisikan dengan rumus CMRR = ADM/ACM yang dinyatakan dengan satuan dB. Contohnya op-amp dengan CMRR = 90 dB, ini artinya penguatan ADM (differential mode) adalah kira-kira 30.000 kali dibandingkan penguatan ACM (commom mode). Kalau CMRR-nya 30 dB, maka artinya perbandingannya kira-kira hanya 30 kali. Kalau diaplikasikan secara real, misalkan tegangan input v1 = 5.05 volt dan tegangan v2 = 5 volt, maka dalam hal ini tegangan diferensialnya (differential mode) = 0.05 volt dan tegangan persamaan-nya (common mode) adalah 5 volt. Pembaca dapat mengerti dengan CMRR yang makin besar maka op-amp diharapkan akan dapat menekan
penguatan sinyal yang tidak diinginkan (common mode) sekecil-kecilnya. Jika kedua pin input dihubung singkat dan diberi tegangan, maka output op-amp mestinya nol. Dengan kata lain, op-amp dengan CMRR yang semakin besar akan semakin baik.
LM714 termasuk jenis op-amp yang sering digunakan dan banyak dijumpai dipasaran. Contoh lain misalnya TL072 dan keluarganya sering digunakan untuk penguat audio. Tipe lain seperti LM139/239/339 adalah opamp yang sering dipakai sebagai komparator. Di pasaran ada banyak tipe op-amp. Cara yang paling baik pada saat mendesain aplikasi dengan op-amp adalah dengan melihat dulu karakteristik op-amp tersebut. Saat ini banyak op-amp yang dilengkapi dengan kemampuan seperti current sensing, current limmiter, rangkaian kompensasi temperatur dan lainnya. Ada juga op-amp untuk aplikasi khusus seperti aplikasi frekuesi tinggi, open colector output, high power output dan lain sebagainya.Penggunaan dari Op-amp meliputi: amplifier atau penguat biasa (non-Inverting Amplifier), Inverting Amplifier, komputer analog (operasi jumlah, kurang, integrasi, dan diferensiasi), dll.
Berikut adalah sedikit cara untuk menghitung penguat beberapa fungsi pada Op-amp.
Untuk menghitung besar penguatannya adalah :
Av = Vo / Vi = – Rf / Ri
Keterangan :
Av = Penguatan amplifier
Vo = Tegangan keluaran
Vi = Tegangan masukan
Rf = Resistor
Ri = Resistor input
Besar penguatannya bernilai negatif disini maksudnya adalah nilai sudut fasenya yang berkebalikan dengan masukannya.
2. Penguat tak membalik (non inverting amplifier) Nilai penguatannya adalah :
Av = Vo / Vi = 1 + ( Rf / Ri )
Keterangan :
Av = Penguatan amplifier
Vo = Tegangan keluaran
Vi = Tegangan masukan
Rf = Resistor
Ri = Resistor input
CD Audiophile untuk menilai kualitas sound system
Untuk anda yang baru mengenal CD Audiophile, rasakan perbedaan detail alat musik yang dimainkan pada setiap track. Sound system yang baik bukan hanya bisa mengeluarkan suara, tapi point utama nya adalah bagaimana suara yang dihasilkan bisa menyerupai dengan suara yang real, dan bisa menggambarkan situasi seperti seolah-olah anda sedang menonton konser yang penyanyinya berada tepat dihadapan anda dan dikelilingi oleh berbagai alat musik. Mungkin penjelasan saya ini akan membuat anda lebih bingung atau bisa saja merupakan awal dari ketertarikan anda dengan audiophile.
Berikut sebagian dari CD Audiophile
1. The Ultimate Demontration Disc Chesky Records' Guide to Critical Listening
Cd ini sering di pakai majalah 'Audio Mobil' untuk mengetahui transparansi suara, kedalaman suara (lapisan suara), vocal, kedinamisan suara…dll. Dengan mendengarkan berulang-ulang, anda akan bisa mengetahui perbedaan detail-detail suara dari rekaman CD ini. Mungkin anda juga bisa menilai kualitas sound system anda apakah mendekati/menyerupai suara aslinya.
2. Chesky Records 10 BEST - SPECIAL EDITION Chesky Records
Pada track 11 dari album ini: ‘The Chesky Style : An A/B Comparison’, sangat berguna bagi yang awam terhadap audiophile, baik di home audio mau car audio. Track ini menyuguhkan 2 lagu yang sama dengan teknik recording yang berlainan. Tujuan utama dari track ini adalah Chesky ingin menunjukkan kualitas rekaman dia dibandingkan perusahaan rekaman lain. Tapi dibalik tujuan itu, bagi yang awam terhadap audiophile, track ini mungkin bisa menjadi 'langkah awal ketertarikan' anda untuk masuk ke dalam dunia audiophile, sehingga membuat anda untuk lebih kritis dalam mendengar suatu recording. Karena track ini seolah-olah memberikan contoh perbedaan yang jelas antara sound system biasa/standart dengan sound system yang sudah di-upgrade , sehingga detail-detail suara terdengar jelas dan detail suaranya mengarah ke natural. Tanpa membuang uang anda sedikitpun untuk membeli player/head unit, amplifier, speaker yang berkelas, seolah-olah anda sudah bisa membedakan sound system standart dan yang sudah di-upgrade.
3. TEST The Power To Perform! Philips Car Systems.
CD ini dibuat oleh Philips Car Systems dalam mengetes audio mobil. Berbagai jenis karakter musik ada di dalam cd ini, dan disertakan track untuk mengetes frekwensi dan channel identification. CD ini saya dapatkan sekitar tahun 1994, waktu itu Philips terkenal dengan Head Unit single disc DC 944 yang unggul dalam teknik cara pembacaan cd, dan head unit ini sering digunakan untuk kontes audio mobil saat itu.
4. Sheffield Drive, The Audiophile Reference Series. Sheffield Lab – Live Studio Recordings.
Cd ini bisa dibilang ‘wajib punya’ bagi yang suka dengan audio mobil, untuk kategori Sound Quality maupun Sound Pressure Level. Berbagai macam kategori lagu ada dalam cd ini. Yang cukup unik dan seru adalah track 12 O-Daiko (Big Drum) merupakan seni memukul drum Jepang, dan track 13 Drum-Improv juga merupakan track pemukulan drum dengan melibatkan 2bh mic yang di tempatkan 2ft diatas drum dan 1bh mic lagi tepat di depan kick drum, sehingga efek pukulan sangat terasa sekali di track ini. Kedua track in bermain di frekwensi rendah, jadi pastikan speaker anda cukup qualified dan jangan menyetel terlalu besar volumenya.
5. Art Of Recording - Stockfisch Records Stockfisch Records
Hampir semua track list (90%) di dalam album ini mempunyai kesamaan dengan album Competition Evalution Disc dari EASCA 2009 (European Auto Sound Association), termasuk desain covernya pun mempunyai kemiripan. Album "Art Of Recording" ini dan album EASCA 2009 memang merupakan produksi dari Stockfisch Records. Konon cover nya di desain ulang untuk keperluan EASCA 2009.
6. Burmester CD-03 , Art For The Ear Burmester Audiosysteme
album ini memang nyentrik.....dari kemasannya yang sederhana sekali, anda akan di buat diam konsentrasi mendengarkan detail dari setiap track yang dimainkan, sampai akhirnya di track 10 dengan gebukan dari Master of Chinese Percussion akan membuat anda terbangun selama 10 menit lebih dan menyadari sebegitukah kualitas sound system anda. Album ini recommended
7. Test CD 5 , Depth Of Image - Timbre - Dynamics , Opus3 Opus3 HDCD
Yang di tonjolkan dalam setiap lagu di album ini adalah depth dan imaging, dengan kualitas rekaman yang bagus. Album ini bisa membantu anda lebih mendalami audiophile, semakin sering anda mendengar , akan membuat anda menjadi kritis dengan suatu rekaman. Walaupun tidak semua lagu di album ini enak di dengar, tapi disinilah bisa menggambarkan dengan jelas , sebegitu burukkah rekaman cd yang selama ini anda koleksi. Berbagai jenis musik ada di dalam cd ini, seperti jazz, blues & classic. Rekamannya bagus. CD ini layak dijadikan koleksi.
8. Ein Straussfest – Cincinati Pops Orchestra , Erich Kunzel Telarc Digital
CD ini highly recommended bagi yang suka Classic yang berbaur dengan SPL. Tidak seperti lagu classic yang lain, cd ini tidak akan membuat anda tertidur, hampir semua track gampang dicerna dan dinamis. Jangan menyetel cd in terlalu keras, pastikan speaker2 anda cukup qualified. Karena ada track-track tertentu di dalam album ini yang mengeluarkan frekwensi rendah dan tinggi yang mungkin di luar batas kemampuan speaker anda.
1. The Ultimate Demontration Disc Chesky Records' Guide to Critical Listening
Cd ini sering di pakai majalah 'Audio Mobil' untuk mengetahui transparansi suara, kedalaman suara (lapisan suara), vocal, kedinamisan suara…dll. Dengan mendengarkan berulang-ulang, anda akan bisa mengetahui perbedaan detail-detail suara dari rekaman CD ini. Mungkin anda juga bisa menilai kualitas sound system anda apakah mendekati/menyerupai suara aslinya.
2. Chesky Records 10 BEST - SPECIAL EDITION Chesky Records
Pada track 11 dari album ini: ‘The Chesky Style : An A/B Comparison’, sangat berguna bagi yang awam terhadap audiophile, baik di home audio mau car audio. Track ini menyuguhkan 2 lagu yang sama dengan teknik recording yang berlainan. Tujuan utama dari track ini adalah Chesky ingin menunjukkan kualitas rekaman dia dibandingkan perusahaan rekaman lain. Tapi dibalik tujuan itu, bagi yang awam terhadap audiophile, track ini mungkin bisa menjadi 'langkah awal ketertarikan' anda untuk masuk ke dalam dunia audiophile, sehingga membuat anda untuk lebih kritis dalam mendengar suatu recording. Karena track ini seolah-olah memberikan contoh perbedaan yang jelas antara sound system biasa/standart dengan sound system yang sudah di-upgrade , sehingga detail-detail suara terdengar jelas dan detail suaranya mengarah ke natural. Tanpa membuang uang anda sedikitpun untuk membeli player/head unit, amplifier, speaker yang berkelas, seolah-olah anda sudah bisa membedakan sound system standart dan yang sudah di-upgrade.
3. TEST The Power To Perform! Philips Car Systems.
CD ini dibuat oleh Philips Car Systems dalam mengetes audio mobil. Berbagai jenis karakter musik ada di dalam cd ini, dan disertakan track untuk mengetes frekwensi dan channel identification. CD ini saya dapatkan sekitar tahun 1994, waktu itu Philips terkenal dengan Head Unit single disc DC 944 yang unggul dalam teknik cara pembacaan cd, dan head unit ini sering digunakan untuk kontes audio mobil saat itu.
4. Sheffield Drive, The Audiophile Reference Series. Sheffield Lab – Live Studio Recordings.
Cd ini bisa dibilang ‘wajib punya’ bagi yang suka dengan audio mobil, untuk kategori Sound Quality maupun Sound Pressure Level. Berbagai macam kategori lagu ada dalam cd ini. Yang cukup unik dan seru adalah track 12 O-Daiko (Big Drum) merupakan seni memukul drum Jepang, dan track 13 Drum-Improv juga merupakan track pemukulan drum dengan melibatkan 2bh mic yang di tempatkan 2ft diatas drum dan 1bh mic lagi tepat di depan kick drum, sehingga efek pukulan sangat terasa sekali di track ini. Kedua track in bermain di frekwensi rendah, jadi pastikan speaker anda cukup qualified dan jangan menyetel terlalu besar volumenya.
5. Art Of Recording - Stockfisch Records Stockfisch Records
Hampir semua track list (90%) di dalam album ini mempunyai kesamaan dengan album Competition Evalution Disc dari EASCA 2009 (European Auto Sound Association), termasuk desain covernya pun mempunyai kemiripan. Album "Art Of Recording" ini dan album EASCA 2009 memang merupakan produksi dari Stockfisch Records. Konon cover nya di desain ulang untuk keperluan EASCA 2009.
6. Burmester CD-03 , Art For The Ear Burmester Audiosysteme
album ini memang nyentrik.....dari kemasannya yang sederhana sekali, anda akan di buat diam konsentrasi mendengarkan detail dari setiap track yang dimainkan, sampai akhirnya di track 10 dengan gebukan dari Master of Chinese Percussion akan membuat anda terbangun selama 10 menit lebih dan menyadari sebegitukah kualitas sound system anda. Album ini recommended
7. Test CD 5 , Depth Of Image - Timbre - Dynamics , Opus3 Opus3 HDCD
Yang di tonjolkan dalam setiap lagu di album ini adalah depth dan imaging, dengan kualitas rekaman yang bagus. Album ini bisa membantu anda lebih mendalami audiophile, semakin sering anda mendengar , akan membuat anda menjadi kritis dengan suatu rekaman. Walaupun tidak semua lagu di album ini enak di dengar, tapi disinilah bisa menggambarkan dengan jelas , sebegitu burukkah rekaman cd yang selama ini anda koleksi. Berbagai jenis musik ada di dalam cd ini, seperti jazz, blues & classic. Rekamannya bagus. CD ini layak dijadikan koleksi.
8. Ein Straussfest – Cincinati Pops Orchestra , Erich Kunzel Telarc Digital
CD ini highly recommended bagi yang suka Classic yang berbaur dengan SPL. Tidak seperti lagu classic yang lain, cd ini tidak akan membuat anda tertidur, hampir semua track gampang dicerna dan dinamis. Jangan menyetel cd in terlalu keras, pastikan speaker2 anda cukup qualified. Karena ada track-track tertentu di dalam album ini yang mengeluarkan frekwensi rendah dan tinggi yang mungkin di luar batas kemampuan speaker anda.
ESR digital
esr lcf meter ,siapa yang gak kenal dengan esr meter,bagi yang berkecimpung dengan dunia elektronik pasti tidak asing lagi dengan alat yang satu ini .karena dengan bantuan alat ini kita bisa mendeteksi kerusakan komponen lebih cepat daripada kita menggunakan avo meter biasa.
dengan mode cx esr maka kita bisa mengukur nilai kapasitas dan esr (equivalent series resistance) nya . semakin kecil hambatan semakin baik kerjanya , tiap elco berbeda beda esr nya tergantung merk dan kualitas elco itu sendiri.untuk elco yang masih baru tidak begitu masalah ,tapi untuk elco yang agak lama seperti pada tv atau monitor ,lcd beberapa elco sudah mengalami perubahan capasitas dan hambatan ,apalagi pada elco yang kerjanya pada tegangan tinggi.sering sekali mengalami penurunan capasitas dan esr nya .
dengan mode esr kita bisa mengukur capasitor langsung ke pcb tanpa melepasnya (in circuits ) .
sehingga memperbaiki tv ,monitor , lcd peralatan lainya jadi lebih cepat dan mudah.
esr mampu mendeteksi elco yang mengalami kerusakan di dalam rangkain (in circuits )
-ESR capacitors - 0 - 12 ohm
-Elco - 0.33 - 60 000mkF
-Cap ceramik mylar - 0.1pF - 3.5 uf
-Inductance - 0.1uh - 5h
-Frequency - up to 50 MHz
-Power supply unit - Battery 7 - 9
-Current consumption - 15 - 30 mA
box speaker 18 inch folded horn
Pernahkah anda dengar horn??horn identik dengan merk Toa yang memakai sistem penggandaan suara,
seperti trompet yang ujungnya kecil lalu melebar.
Jelas dengan sistem horn ini kita dapat mengambil keuntungan,disamping kita hemat power juga jarak
jangakau suara begitu jauh.
Sistem Folded Horn ini sistem jadul tapi masih disukai oleh sound engeneering walaupun agak ribet
pembuatanya dan berat,
Lihat grafiknya,,karena box ini bekerja di low mid
frequensi banyak range yang terpangkas seperti
mid frq juga frequensi yang paling rendah
rancangan ini ideal buat lapangan.Kesimpulan: dengan folded horn kita bisa hemat power karena suara sudah dilipat gandakan dengan sistem horn ini.
selamat mencoba kawan
Box Speaker 15 inch
Box 15 inch cocok buat lapangan apalagi live musik dangdut.Terkadang kita binggung mau pilih model
Box speaker yang cocok dengan kehendak kita,dan sering kali kita juga ragu dan takut jelek hasilnya
kalau tidak ada yang merecomendasi.Speaker 15 inch dalam susunan sound system sebetulnya amat penting
Tapi sebagian sound engineer punya pendapat lain,cuma mengandalkan "12 inch x2 untuk mid
18 inch x2 untuk low(sistem direct) dan 1x twiter(driver),sebetulnya dengan spek yang seperti itu
kurang cukup,ada frequensi tertentu kurang tebal terutama di 100Hz-nya, terlihat kalau kita setting
dangdut live,kita kesulitan equlisasi pada ketipung dut-nya dan pada bass gitarnya kurang ngetone.
15 inch diaplikasikan pada live band pengaruhnya pada kick drum menjadi terdengar bulat dan bass
gitarnya menjadi libih kawin dengan kick drum.Inilah gabar box speaker yang pernah saya coba
denga speaker P AUDIO 15 inch, matreal multiplex 18 mm,,jangan lupa di lem kayu capur serbuk
kayu disetiap sudut,karena pada ruangan speaker getaranya kuat sekali.
Skema Crossover 2 Way
Analisis secara teoritis dapat anda lihat di rangkaian. Anda bisa lebih memilih nilai kapasitor standar pertama dan kemudian menghitung nilai resistor lainya yang di parale . Jika anda memilih respon frekuensi cut-off, maka seharusnya anda menempatkan resistor tertentu di paralel atau sejalan sehingga akan mencapai nilai sebanyak mungkin lebih dekat dalam nilai perhitungan teoritis. Untuk lebih mudahnya pada TR1-2-3, anda dapat menempatkan potesometer. Pada output frekwensi rendah dilanjutkan ke power amplifier dengan speaker rendah [Woofer], Sedang output keluaran tinggi dilanjutkan dengan power amplifier dengan frekwensi tinggi [Tweeter]. Sebaikknya silakan anda coba rangkaian untuk crossover dengan output 2 keluaran tinggi dan rendah tersebut!.. Berikut daftar komponen elektronika yang digunakan :
R1=100Kohms C1=4.7uF 100V MKT
TR2-3=47Kohms trim. or pot.
R2-3-4-5-6=37.5ohms [33K+4.7K] C2-3-4-5-6-7-12-13=1nF 100V MKT
IC1-2-3=NE5532-TL072
R7=75Kohms[150K//150K]
C8-9-10-11-14-15=100nF 100V MKT
J 1-2-3=2pin conn. 2.54mm pin step R8=N.C
C16=2.2uF 100V MKT
J4=3pin conn. 2.54mm pin step R9-10-11-12-13-14-15-16=10Kohms
C17=470nF 100V MKT R17-18=47Kohms
C18-19=47uF 25V R19-20=47ohms
TR1=100Kohms trim. or pot.
All the Resistors is 1-2% 1/4W metal film
Tone Control Low Noise
Skema Tone Control Low Noise
Tone control atau pre-amplifier merupakan rangkaian pendukung amplifier. Kadang beberapa dari kita belum mengerti amplifier mana yang bagus, rakit saja dan hasilnya tidak jauh beda atau bahkan sama saja. Dari itu kita harus mengetahui karakter kelebihan dan kekurangan dari peralatan amplifier masing-masing.
Tone control low noise di sini bukan berarti tanpa noise, tetapi paling rendah noise dibanding dengan tone control yang ada di pasaran, misalkan ronica 4 transistor, TL-084, TC-2 LM833 dll.
Langsung ke
penjelasan masing-masing komponen...
Potensio 1 berfungsi untuk mengatur intensitas/level sinyal yang masuk dibantu Potensio 2 sebagai balance/penyeimbang. Potensio 2 ini masih dipasang biasa dan merupakan komponen opsional. R1 sebenarnya adalah kapasitor 1-2uF/250V yang bermerek,
tetapi saya lebih memilih menggantinya dengan resistor 1K/5% biasa karena alasan menghindari hum dan gangguan yang sensitif. R2 meminimalisasi gangguan tadi sedangkain R3 menyesuaikan impedansi OP-amp 1. R4 & R5 berfungsi untuk menaikkan penguatan sebesar 1,3 kali. Pre amplifier standar biasanya menggunakan penguatan sebesar 2 kali, tetapi oleh sebagian besar dari kita menganggap ini bernoise. Jadi saya memilih nilai 1,3 kali, noise paling minim tetapi sinyal dari Volume sudah cukup membuat lampu peak menyala.
Untuk low noise...
Penyebab noise ada di Op amp 1, apex audio malah menghilangkan stage ini. Bisa
juga step ini dijadikan buffer (jumper R5), penguatan sebesar 1 kali. Turunkan nilai R5 atau naikkan nilai R4 dengan konsekuensi penguatannya menjadi kurang, tetapi tetap berada pada nilai di atas 1 kali karena input mengambil jalur non-inverting, sehingga sinyal dapat & noise berkurang. R4 bisa juga diganti dengan trimpot 10K dan kaki tengahnya masuk ke rangkaian bass adjuster (resonansi bass).
C1 & C6 sebagai filter untuk mengurangi treble/frekuensi tinggi yang berlebihan atau sering disebut pencegah osilasi. R6 sebenarnya adalah komponen opsional yang sedikit membantu menyesuaikan impedansi sistem. R7 idealnya sama dengan R8 untuk mempermudah
memberikan nilai tanda gain pada panel potensio tone control. C2 dan C3 membentuk rangkaian seri filter treble (high pass filter), nilainya semakin besar maka suara yang dilewatkan semakin mid. C4 dan C5 dibantu dengan R9 & R10 membentuk low pass filter (filter bass), semakin besar nilai C ini suara bass yang dilewatkan akan
semakin empuk/low (maksimal 47nF), semakin kecil nilai c ini maka sinyal bass yang dilewatkan akan semakin dip (dig-dig, c4=c5=22nF). Nilai yang cocok untuk ini adalah 27-33nF, bukan 47nF (tergantung selera). Pot 3 & pot 4 mengatur level treble & bass, semakin besar nilai potensio ini semakin besar penguatannya (bass & treble-nya termasuk potensio volume). R11 menyesuaikan impedansi keluaran, sedangkan R12 dan led merah sebagai indikator Peak yang menunjukkan kalau amplifier sudah diberi sinyal penuh.
Supply maksimum 15V. IC bisa TL074, tetapi dalam pendesainan PCB, IC ini bisa
diganti dengan 2x TL072/NE5532/4558
Langganan:
Postingan (Atom)














