ESR digital


           esr lcf meter ,siapa yang gak kenal dengan esr meter,bagi yang berkecimpung dengan dunia elektronik pasti tidak asing lagi dengan alat yang satu ini .karena dengan bantuan  alat  ini kita  bisa mendeteksi kerusakan komponen lebih cepat daripada kita menggunakan avo meter biasa.
dengan mode cx esr maka  kita bisa mengukur nilai kapasitas dan esr (equivalent series resistance) nya . semakin kecil  hambatan   semakin  baik kerjanya ,  tiap elco berbeda beda esr nya tergantung merk dan kualitas elco itu sendiri.untuk elco yang masih baru tidak begitu masalah ,tapi untuk elco yang agak lama seperti pada tv atau monitor ,lcd   beberapa elco sudah mengalami  perubahan capasitas dan hambatan ,apalagi  pada elco yang kerjanya pada  tegangan tinggi.sering sekali mengalami penurunan capasitas dan esr nya .
dengan  mode esr kita bisa mengukur  capasitor  langsung ke pcb tanpa melepasnya (in circuits ) . 
sehingga memperbaiki tv ,monitor , lcd peralatan lainya jadi lebih cepat dan mudah.
esr mampu mendeteksi elco yang mengalami kerusakan  di dalam rangkain  (in circuits )


-ESR  capacitors - 0 - 12 ohm
-Elco  - 0.33 - 60 000mkF
-Cap ceramik mylar - 0.1pF - 3.5  uf
-Inductance - 0.1uh - 5h
-Frequency - up to 50 MHz
-Power supply unit - Battery 7 - 9
-Current consumption - 15 - 30 mA

ESR + LCF METER

box speaker 18 inch folded horn

Pernahkah anda dengar horn??horn identik dengan merk Toa yang memakai sistem penggandaan suara, seperti trompet yang ujungnya kecil lalu melebar. Jelas dengan sistem horn ini kita dapat mengambil keuntungan,disamping kita hemat power juga jarak jangakau suara begitu jauh. Sistem Folded Horn ini sistem jadul tapi masih disukai oleh sound engeneering walaupun agak ribet pembuatanya dan berat,
Lihat grafiknya,,karena box ini bekerja di low mid frequensi banyak range yang terpangkas seperti mid frq juga frequensi yang paling rendah rancangan ini ideal buat lapangan.Kesimpulan: dengan folded horn kita bisa hemat power karena suara sudah dilipat gandakan dengan sistem horn ini. selamat mencoba kawan

Box Speaker 15 inch

Box 15 inch cocok buat lapangan apalagi live musik dangdut.Terkadang kita binggung mau pilih model Box speaker yang cocok dengan kehendak kita,dan sering kali kita juga ragu dan takut jelek hasilnya kalau tidak ada yang merecomendasi.Speaker 15 inch dalam susunan sound system sebetulnya amat penting Tapi sebagian sound engineer punya pendapat lain,cuma mengandalkan "12 inch x2 untuk mid 18 inch x2 untuk low(sistem direct) dan 1x twiter(driver),sebetulnya dengan spek yang seperti itu kurang cukup,ada frequensi tertentu kurang tebal terutama di 100Hz-nya, terlihat kalau kita setting dangdut live,kita kesulitan equlisasi pada ketipung dut-nya dan pada bass gitarnya kurang ngetone. 15 inch diaplikasikan pada live band pengaruhnya pada kick drum menjadi terdengar bulat dan bass gitarnya menjadi libih kawin dengan kick drum.Inilah gabar box speaker yang pernah saya coba denga speaker P AUDIO 15 inch, matreal multiplex 18 mm,,jangan lupa di lem kayu capur serbuk kayu disetiap sudut,karena pada ruangan speaker getaranya kuat sekali.

Skema Crossover 2 Way

Analisis secara teoritis dapat anda lihat di rangkaian. Anda bisa lebih memilih nilai kapasitor standar pertama dan kemudian menghitung nilai resistor lainya yang di parale . Jika anda memilih respon frekuensi cut-off, maka seharusnya anda menempatkan resistor tertentu di paralel atau sejalan sehingga akan mencapai nilai sebanyak mungkin lebih dekat dalam nilai perhitungan teoritis. Untuk lebih mudahnya pada TR1-2-3, anda dapat menempatkan potesometer. Pada output frekwensi rendah dilanjutkan ke power amplifier dengan speaker rendah [Woofer], Sedang output keluaran tinggi dilanjutkan dengan power amplifier dengan frekwensi tinggi [Tweeter]. Sebaikknya silakan anda coba rangkaian untuk crossover dengan output 2 keluaran tinggi dan rendah tersebut!.. Berikut daftar komponen elektronika yang digunakan :
R1=100Kohms C1=4.7uF 100V MKT TR2-3=47Kohms trim. or pot. R2-3-4-5-6=37.5ohms [33K+4.7K] C2-3-4-5-6-7-12-13=1nF 100V MKT IC1-2-3=NE5532-TL072 R7=75Kohms[150K//150K] C8-9-10-11-14-15=100nF 100V MKT J 1-2-3=2pin conn. 2.54mm pin step R8=N.C C16=2.2uF 100V MKT J4=3pin conn. 2.54mm pin step R9-10-11-12-13-14-15-16=10Kohms C17=470nF 100V MKT R17-18=47Kohms C18-19=47uF 25V R19-20=47ohms TR1=100Kohms trim. or pot. All the Resistors is 1-2% 1/4W metal film

Tone Control Low Noise

Skema Tone Control Low Noise Tone control atau pre-amplifier merupakan rangkaian pendukung amplifier. Kadang beberapa dari kita belum mengerti amplifier mana yang bagus, rakit saja dan hasilnya tidak jauh beda atau bahkan sama saja. Dari itu kita harus mengetahui karakter kelebihan dan kekurangan dari peralatan amplifier masing-masing. Tone control low noise di sini bukan berarti tanpa noise, tetapi paling rendah noise dibanding dengan tone control yang ada di pasaran, misalkan ronica 4 transistor, TL-084, TC-2 LM833 dll. Langsung ke penjelasan masing-masing komponen... Potensio 1 berfungsi untuk mengatur intensitas/level sinyal yang masuk dibantu Potensio 2 sebagai balance/penyeimbang. Potensio 2 ini masih dipasang biasa dan merupakan komponen opsional. R1 sebenarnya adalah kapasitor 1-2uF/250V yang bermerek, tetapi saya lebih memilih menggantinya dengan resistor 1K/5% biasa karena alasan menghindari hum dan gangguan yang sensitif. R2 meminimalisasi gangguan tadi sedangkain R3 menyesuaikan impedansi OP-amp 1. R4 & R5 berfungsi untuk menaikkan penguatan sebesar 1,3 kali. Pre amplifier standar biasanya menggunakan penguatan sebesar 2 kali, tetapi oleh sebagian besar dari kita menganggap ini bernoise. Jadi saya memilih nilai 1,3 kali, noise paling minim tetapi sinyal dari Volume sudah cukup membuat lampu peak menyala. Untuk low noise... Penyebab noise ada di Op amp 1, apex audio malah menghilangkan stage ini. Bisa juga step ini dijadikan buffer (jumper R5), penguatan sebesar 1 kali. Turunkan nilai R5 atau naikkan nilai R4 dengan konsekuensi penguatannya menjadi kurang, tetapi tetap berada pada nilai di atas 1 kali karena input mengambil jalur non-inverting, sehingga sinyal dapat & noise berkurang. R4 bisa juga diganti dengan trimpot 10K dan kaki tengahnya masuk ke rangkaian bass adjuster (resonansi bass). C1 & C6 sebagai filter untuk mengurangi treble/frekuensi tinggi yang berlebihan atau sering disebut pencegah osilasi. R6 sebenarnya adalah komponen opsional yang sedikit membantu menyesuaikan impedansi sistem. R7 idealnya sama dengan R8 untuk mempermudah memberikan nilai tanda gain pada panel potensio tone control. C2 dan C3 membentuk rangkaian seri filter treble (high pass filter), nilainya semakin besar maka suara yang dilewatkan semakin mid. C4 dan C5 dibantu dengan R9 & R10 membentuk low pass filter (filter bass), semakin besar nilai C ini suara bass yang dilewatkan akan semakin empuk/low (maksimal 47nF), semakin kecil nilai c ini maka sinyal bass yang dilewatkan akan semakin dip (dig-dig, c4=c5=22nF). Nilai yang cocok untuk ini adalah 27-33nF, bukan 47nF (tergantung selera). Pot 3 & pot 4 mengatur level treble & bass, semakin besar nilai potensio ini semakin besar penguatannya (bass & treble-nya termasuk potensio volume). R11 menyesuaikan impedansi keluaran, sedangkan R12 dan led merah sebagai indikator Peak yang menunjukkan kalau amplifier sudah diberi sinyal penuh. Supply maksimum 15V. IC bisa TL074, tetapi dalam pendesainan PCB, IC ini bisa diganti dengan 2x TL072/NE5532/4558

Membuat Switching Power Supply dari bekas Trafo TV

Power Supply dalam segala hal yang berbau elektronika sangat lah vital, karna tanpa Power Supplya maka perangkat elekronika tidak akan bisa bekerja, yang namanya Power Supply tentu tidak lepas dari Trafo (Transformer). Trafo itu sendiri ada berbagai macam, dilihat dari kegunaannya ada Trafo Step-Up, Trafo Step-Down, diliat dari segi fisiknya ada yang dari inti besi dan ada dari yang dari inti ferite, dll. untuk membuat trafo kita harus mengetahui rumusnya, namun disini saya tidak akan membahas mengenai rumus membuat trafo, melainkan saya akan membagikan pengalaman saya dalam memanfatkan Trafo Switching bekas TV untuk di pergunakan menjadi Power Supply yang bisa dimanfaatkan untuk Power Supply Audio Power OCL dan keperluan lain yang memerlukan Power Supply. Awalnya saya terinpirasi dari sebuah SPK aktive (kalau tidak salah mereknya Polytron) dan saya liat tidak menggunakan trafo besi, melainkan Switching model seperti TV dan Transformernnya juga sebesar Trafo Sewitching TV 21 Inch, dan jenis Power audionya OCL pakai Transistor 4 biji yaitu TIP3055/TIP2955 masing-masing 2 biji, dan speakernya 4 buah masing-masing 8 Inch. Suara menggelaegar stabil, waktu musik berjalan saya coba ukur tegangan tetap mantap dan stabil. Kalau saya lihat pada SPK aktive model ini yang pakai Trafo besi stidaknya Trafo-nya sekitar 5A lebih mungkin 6-7A. Dibawah ini saya sempatkan jepret sebuah Amplifier yang menggunaka Switching Regulator, ini mirip dengan Rangkaian Power Supply Komputer, perhatikan gambarnya
Atas dasar pengalalaman itulah maka muncullah ide untuk memanfatkan Trafo Switching TV dan untuk men-drivernya saya gunakan Switcing Power Supply Modul atau yang lebih dikenal dengan GACUN yang banyak di jual di toko elektronika dengan harga berpariasi skitar Rp. 22.500 sampai Rp. 25.000. Oke, kita lanjut saja. Lihat saja Sekemanya dibawah ini. Ada dua macam skema yang pertama tanpa rangkain Optocoupler dan yang kedua memakai rangkaian Optoupler Skematik dibawah ini adalah rangakaian Power Supply dengan memanfaatkan Trafo Switching bekas TV namum rangkaian Optocuplernya tidak digunakan, rangkaian ini sudah saya gunakan dan sering saya pasang pada Power Audio OCL, kadang juga saya rangkai untuk mengganti Trafo Besi pada SPK aktive jika Trafonya rusak atau terbakar. Hasilnya sama dengan menggunakan trafo biasa 5A, makanya saya sekarang ga pernah beli Trafo besi. Jika ingin mendapatkan Arus yang besar tentu mempergunakan Trafo Switcing yang besar dan kawat email yang besar atau terdiri dari kawat email kecil yang di gandeng dilillit bareng. Bagi shobat yang ingin mencoba silah kan di ikuti tahap-tahap nya. Skematik dibawah ini juga rangkaian Power supply dengan
memanfaatkan Trafo Switching bekas TV, namun rangkaian ini menggunakan Optocoupler sehingga tegangan lebih mantap dan stabil, tidak mengikuti tegangan input yang naik turun, rankaian ini juga akan protect jika tegangan ouput mengalami short.
Keterangan: Lilitan Primer adalah 110 lilit dan dibagi jadi dua bagian yaitu: P1: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm P2: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm Lilitan Sekunder S1: 24 lilit. Ø kawat email 1mm S2: 55 lilit. Ø kawat email 0.2mm Cara membuat lilitan Yang perlu mendapat perhatian dalam melilit ulang adalah lilitan searah jarum jam dan dililit serapi mungkin dan jangan sampai ada yang short. Cara membuat lilitannya adalah sebagai berikut: Buka koker ferite nya dan lilitan aslinya Buat lilitan baru, dimulai dengan lilitan Primer, P1: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm. Solderlah kawat pada tab yang tersedia dan mulailah melilit sampai itungan yang ke 55 kemudian solderlah ujung penghabisan pada tab yang ada. ingat dan tandai ujung awal liltan tadi, karna ujung itulah nanti yang akan disambungkan langsung ke positive 220v - 300v Dilanjutkan membuat liltan Skunder yang pertama, S1: 24 lilit. Ø kawat email 1mm. Liltan sekunder ini untuk mendapatkan tegangan ganda (24v - CT - 24v). Caranya: solderkan ujung kawat pada tab yang ada kemudian buat lilitan sebanyak 12 lilit kemudian solderlkanlah pada tab yang ada (tab ini adalah untuk CT/Centre Tab). kemudian lanjutkan 12 lilitan lagi. Bisa jugan dengan melilit dua buah kawat bareng 12 lilit kemudian ujung akhir kawat pertama di hubungkan dengan ujung awal kawat kedua pertemuan ini dinamakan CT (centre tab) Selanjutnya kita buat lilitan skunder yang kedua, S2: 55 lilit. Ø kawat email 0.2mm. Lilitan ini untuk mendapatkan tegangan 110 untuk rangkaian optocoupler jika akan menggunakannya, tapi jika tidak menggunakan rangkaian optocoupler maka lilitan ini ditiadakan saja Membuat lilitan untuk rangkaian tambahan, misalnya 12v untuk fan, 15-ct-15 untuk tone control, dll. cara melilit sama tapi gunakanlah kawat halus saja karna arus yang dibutuhkan kecil saja, jadi menggunakan kawat 0.2 saja sudah memadai. Jumlah lilitan nya adalah: 12volt liltannya sebanya 6 lilit. dan utuk rangkaian tone control biasanya dilengkapi dengan IC Regulator 7815 dan 7915 maka tegannya kita buat saja 18v-ct-18v. Untuk mendapatkan tegangan 18v-ct-18v langkanya sama dengan langkah no 3 tapi jumlah lilitannya 9 lilit Tab Setelah dirasa cukup dan selesai membuat lilitan Skunder nya, maka ditutup dengan liltan Primer yang kedua (P2: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm). Caranya: Solderlah ujung kawat yang mau dililit pada tab akhir liltan Primer yang pertama tadi, kemudian buat lilitan dengan rapi sebanyak 55 lilit dan solderlah ujungnya pada tab yan tersedia. tandai dan ingat bahwa ujung ini nantinya aka disambungkan ke rangkaian Switching Power Supply Modul pada kabel warna merah Setiap mendapat satu lapis lilitan, jangan lupa di beri isolasi, atau isolasi yang lama bisa di gunakan lagi. Selesai dah membuat lilitannya... gampang kan...??!! Nah... setelah diliat rangkaiannya, dan baca keterangannya sederhana saja kan??? cukup dibuat pakai PCB bolong aja bisa. Hanya dibutuhkan ketelitian dan kesabaran juga kehati-hatian. Nih gambar rangkaian jadinya. Ini saya gunakan Trafo Switching TV 29 merek Cina. Rangakaian Penyerarah bagian outputnya tidak saya gabung, karna ini saya pasang untuk OCL 300watt yang langsung ada rangkaian dioda penyearah dan Elconya.
Dibawah ini adalah gambar Switching Power Supply Module, atau dikalangan teknisi sering disebut GACUN. yang di perlukan untuk Membuat Switching Power Supply dari bekas Trafo TV
Gambar dibawah ini adalah koker ferite yang sudah saya dibuka dan lilitan aslinya juga udah di buka
Gambar dibawah ini menunjukkan selesai membuat lilitan Primer pertama (P1: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm)
Selesai dah tinggal pasang kembali Ferite nya
Cara melepas Ferite Sobat yang berhagian tentu mengalami kesulitan dalam melepas Ferite nya bukan...?? sama saya juga awalnya gitu, tapi setelah saya temukan tip dan triknya mudah sekali melepas Ferite tersebut ga sampai lima menit..Nih tak kasih ilmunya tapi jangan bilang bilang ya... klu ada yang tanya suruh aja kesini... heheh... Gini caranya: rebus air sampai mendidih kemudian masukkan trafo yang mau dilepas Feritenya kedalam air panas menggelegak tersebut, tunggu beberapa saat kira kira 1 menit, kemudaian ambil trafo menggunakan tang penjepit, jangan tunggu sampai dingin, justru masih dalam kadaan panas inilah kita mudah melepas feritenya karna parekatnya meleleh. Gunakan alat bantu tang dan obeng tipis untuk menarik ferit. Semoga berhasil… Tabel Kawat Email dan Kemampuannya
Semoga bermanfaat sumber/starservicego.blogspot.com

tabel kekuatan email kawat trafo